IHSG Tertekan Aksi Jual Masif: Sempat Merosot hingga 2 Persen Sebelum Memangkas Kerugian di Akhir Sesi
IHSG Tertekan Aksi Jual Masif: Sempat Merosot hingga 2 Persen Sebelum Memangkas Kerugian di Akhir Sesi Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau mengalami volatilitas tinggi...
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau mengalami volatilitas tinggi pada pembukaan pekan ini, tepatnya pada Senin, 14/9/2026. Sejak bel pembukaan perdagangan dimulai, indeks langsung terjerembab ke dalam Zona Merah, mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi makroekonomi yang fluktuatif. Meskipun sempat menunjukkan upaya perlawanan di beberapa titik, arus modal keluar yang cukup deras membuat indeks kesulitan untuk merangkak naik ke area positif sepanjang hari perdagangan berlangsung.
Memasuki pertengahan sesi, tekanan jual terhadap saham-saham berkapitalisasi besar atau *blue chip* semakin meningkat secara signifikan, yang mengakibatkan IHSG sempat anjlok hingga menyentuh angka 2%. Penurunan tajam ini disinyalir dipicu oleh kecenderungan investor untuk melakukan Aksi Ambil Untung massal di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter dan fluktuasi nilai tukar. Sektor-sektor penggerak utama seperti perbankan dan infrastruktur menjadi kontributor terbesar dalam penyeretan indeks ke level terendahnya pada hari ini.
Namun, menjelang momen Penutupan Perdagangan, intensitas tekanan jual terlihat mulai berkurang secara perlahan namun pasti. Munculnya minat beli spekulatif pada saham-saham yang harganya dianggap sudah terdiskon cukup dalam berhasil menahan laju penurunan lebih lanjut. Kondisi ini membuat pelemahan indeks tidak sedalam titik terendah yang sempat disentuh pada sesi siang tadi, memberikan sedikit ruang napas bagi para pelaku pasar yang mengharapkan adanya konsolidasi harga di tengah tren koreksi.
Berdasarkan data statistik pasar modal, total Nilai Transaksi yang dibukukan pada hari ini mencapai angka yang cukup besar, menunjukkan aktivitas pasar yang tetap tinggi meskipun didominasi oleh sentimen negatif. Investor Asing terpantau mencatatkan aksi jual bersih atau *net sell* di pasar reguler, yang menjadi salah satu faktor utama penekan pergerakan indeks di awal pekan. Meskipun demikian, adanya penguatan tipis pada beberapa saham lapis kedua mampu memberikan sedikit keseimbangan di tengah aksi jual yang melanda saham-saham unggulan.
Menghadapi sesi perdagangan di hari berikutnya, para pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada dan mencermati level Support kritis yang saat ini sedang diuji oleh indeks. Jika IHSG gagal bertahan di level psikologis tersebut, maka terbuka potensi koreksi lanjutan yang lebih dalam. Sebaliknya, apabila muncul sentimen positif dari rilis data ekonomi domestik, indeks berpeluang melakukan teknikal *rebound* guna mengincar level Resistance terdekat dalam upaya memperbaiki posisi kembali ke jalur penguatan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0