Menko Airlangga Hartarto Soroti Sejarah VOC sebagai Pionir Perusahaan Publik Dunia dalam Peluncuran ETF Emas di Bursa Efek Indonesia
Menko Airlangga Hartarto Soroti Sejarah VOC sebagai Pionir Perusahaan Publik Dunia dalam Peluncuran ETF Emas di Bursa Efek Indonesia Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan...
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan sorotan mendalam mengenai sejarah panjang pasar modal saat menghadiri acara peluncuran instrumen investasi ETF Emas di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam sambutannya, ia mengingatkan para pelaku pasar mengenai peran besar komoditas dalam membentuk sistem keuangan global. Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki kaitan sejarah yang tak terpisahkan dengan lahirnya korporasi modern, di mana VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) tercatat sebagai perusahaan publik pertama di dunia yang memperdagangkan sahamnya kepada masyarakat luas pada tahun 1602. Sejarah ini menjadi landasan penting untuk memahami bagaimana perdagangan komoditas seperti rempah-rempah di masa lalu telah bertransformasi menjadi instrumen pasar modal yang canggih di era digital saat ini.
Kehadiran VOC di nusantara pada berabad-abad silam bukan sekadar entitas dagang, melainkan institusi pertama yang memperkenalkan konsep Dividen dan Kepemilikan Publik. Menko Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa model bisnis yang dijalankan VOC kala itu telah meletakkan fundamen bagi operasional Pasar Modal modern yang kita kenal sekarang. Dengan nilai kapitalisasi yang jika disesuaikan dengan nilai mata uang saat ini diperkirakan mencapai triliunan dolar AS, VOC membuktikan bahwa komoditas adalah aset yang memiliki daya tahan luar biasa dalam menggerakkan roda ekonomi lintas negara. Pengingat sejarah ini ditujukan untuk memberikan perspektif bagi para investor di IHSG bahwa investasi berbasis aset riil tetap memiliki nilai strategis yang sangat tinggi.
Dalam konteks modern, peluncuran ETF Emas atau Exchange Traded Fund berbasis emas di Bursa Efek Indonesia (BEI) dipandang sebagai langkah evolusioner untuk membawa komoditas kembali ke garda depan investasi publik. Emas, yang secara tradisional dikenal sebagai aset Safe Haven, kini dapat diakses dengan lebih likuid dan transparan melalui mekanisme bursa. Airlangga Hartarto menekankan bahwa instrumen ini merupakan solusi cerdas bagi investor untuk melakukan diversifikasi portofolio di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar. Dengan pertumbuhan minat investasi yang mencapai angka signifikan dalam beberapa tahun terakhir, kehadiran produk ini diharapkan mampu memperkuat pendalaman pasar keuangan di Indonesia.
Pemerintah terus berkomitmen untuk mendorong inovasi produk di pasar modal guna meningkatkan daya saing nasional. Menko Airlangga Hartarto menyatakan bahwa integrasi antara kekayaan sumber daya alam Indonesia dengan kemajuan teknologi finansial adalah kunci utama menuju kedaulatan ekonomi. Selain emas, potensi komoditas lain untuk dijadikan basis produk ETF atau instrumen Derivatif lainnya masih sangat terbuka lebar. Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya meningkatkan volume perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), tetapi juga memberikan perlindungan nilai bagi para pelaku usaha dan investor ritel dari risiko inflasi yang dapat menggerus nilai aset mereka secara jangka panjang.
Menutup pemaparannya, Airlangga Hartarto optimistis bahwa dengan belajar dari sejarah kesuksesan perdagangan komoditas masa lampau, Indonesia mampu membangun ekosistem pasar modal yang lebih inklusif dan resilien. Transformasi dari perdagangan fisik menuju digitalisasi aset melalui ETF Emas adalah bukti nyata bahwa pasar modal kita terus bergerak maju mengikuti standar global. Sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter, serta inovasi yang terus digulirkan oleh otoritas bursa, diproyeksikan akan membawa IHSG ke level yang lebih kompetitif, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai pusat gravitasi investasi komoditas di kawasan Asia Tenggara.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0