Strategi Value Investing Lo Kheng Hong: Alasan di Balik Akumulasi 2 Persen Saham BEST

Strategi Value Investing Lo Kheng Hong: Alasan di Balik Akumulasi 2 Persen Saham BEST Investor kawakan yang dijuluki Warren Buffett-nya Indonesia, Lo Kheng Hong, kembali mencuri...

Sep 7, 2026 - 10:21
 0  0
Strategi Value Investing Lo Kheng Hong: Alasan di Balik Akumulasi 2 Persen Saham BEST
Strategi Value Investing Lo Kheng Hong: Alasan di Balik Akumulasi 2 Persen Saham BEST

Investor kawakan yang dijuluki Warren Buffett-nya Indonesia, Lo Kheng Hong, kembali mencuri perhatian pelaku pasar modal setelah secara terbuka mengungkapkan kepemilikan sahamnya di PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST). Hingga saat ini, pria yang akrab disapa Pak Lo tersebut diketahui telah menggenggam kepemilikan saham sebesar 2% dari total saham beredar emiten pengelola kawasan industri tersebut. Langkah strategis ini mempertegas posisinya sebagai investor jangka panjang yang jeli melihat peluang di tengah fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Keputusan untuk mengakumulasi saham ini tidak lepas dari analisis fundamental mendalam yang menjadi ciri khas investasinya selama berpuluh-puluh tahun di bursa domestik, di mana ia selalu mencari perusahaan dengan kinerja solid namun dihargai murah oleh pasar.

Alasan utama di balik aksi investasi pribadi ini adalah penilaian terhadap aset dan valuasi perusahaan yang dianggap masih sangat murah atau berada dalam posisi undervalued. Lo Kheng Hong menyoroti bahwa PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) memiliki cadangan lahan atau land bank yang sangat luas di lokasi strategis, namun kapitalisasi pasarnya seringkali dihargai jauh di bawah nilai intrinsiknya. Dengan total aset yang mencapai angka triliunan rupiah, emiten ini dinilai memiliki rasio harga terhadap nilai buku atau Price to Book Value (PBV) yang sangat atraktif bagi penganut aliran Value Investing. Pak Lo meyakini bahwa dalam jangka panjang, harga pasar akan selalu menyesuaikan diri dengan nilai ekonomi nyata yang dimiliki oleh perusahaan, terutama bagi perusahaan yang memiliki aset riil berupa tanah di kawasan premium.

Kinerja keuangan PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) juga menjadi poin krusial dalam pertimbangan investasi sang investor legendaris tersebut. Meskipun sektor properti dan kawasan industri sempat menghadapi tantangan besar akibat siklus ekonomi, potensi pertumbuhan pendapatan dari penjualan lahan industri atau marketing sales serta pendapatan berulang tetap menjanjikan. Dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang diproyeksikan tetap stabil, permintaan akan lahan industri di wilayah Bekasi dan Cikarang diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan masuknya investasi asing langsung. Keyakinan Lo Kheng Hong pada porsi kepemilikan 2% ini memberikan sinyal kepercayaan tinggi terhadap prospek pemulihan industri manufaktur dan logistik yang menjadi penyewa utama di kawasan industri milik perseroan.

Kehadiran nama besar dalam daftar pemegang saham seringkali memicu fenomena pasar yang signifikan, di mana saham yang dikoleksi cenderung mendapatkan perhatian lebih dari investor ritel maupun institusi. Bagi emiten seperti PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), dukungan dari investor sekaliber Pak Lo memberikan tambahan kredibilitas dan sentimen positif di lantai bursa. Meskipun ia selalu menekankan pentingnya melakukan riset mandiri, pengungkapan kepemilikan saham ini sering menjadi katalis bagi pergerakan harga saham di pasar reguler. Strategi investasi Buy and Hold yang ia terapkan telah terbukti menghasilkan keuntungan ribuan persen atau Multibagger pada saham-saham sebelumnya, yang kini diharapkan dapat terulang kembali pada emiten berkode saham BEST tersebut.

Secara prospektif, keberlanjutan bisnis PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) akan sangat bergantung pada efisiensi manajemen dalam mengoptimalkan aset dan menangkap peluang ekspansi perusahaan global ke Indonesia. Peningkatan konektivitas melalui infrastruktur transportasi seperti jalan tol dan pelabuhan di sekitar kawasan industri MM2100 menjadi nilai tambah yang tidak bisa diabaikan. Bagi Lo Kheng Hong, investasi di saham ini adalah bentuk kepercayaan pada fundamental ekonomi Indonesia yang tercermin dari aktivitas produksi di sektor riil. Dengan tetap fokus pada emiten yang memiliki fundamental kuat dan harga yang masih terdiskon, ia kembali memberikan pelajaran berharga bagi publik mengenai kesabaran dan ketelitian dalam meraup cuan dari Pasar Modal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0