DEN Dorong Percepatan Reformasi Pasar Modal Indonesia Guna Tingkatkan Daya Saing Global Merespons Kajian MSCI

DEN Dorong Percepatan Reformasi Pasar Modal Indonesia Guna Tingkatkan Daya Saing Global Merespons Kajian MSCI Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu, secara resmi...

Oct 23, 2026 - 15:22
 0  0
DEN Dorong Percepatan Reformasi Pasar Modal Indonesia Guna Tingkatkan Daya Saing Global Merespons Kajian MSCI
DEN Dorong Percepatan Reformasi Pasar Modal Indonesia Guna Tingkatkan Daya Saing Global Merespons Kajian MSCI

Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu, secara resmi memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah Reformasi Pasar Modal di Indonesia sebagai respons strategis terhadap hasil kajian terbaru dari MSCI. Mantan Menteri Perdagangan ini menekankan bahwa pembenahan struktural di sektor keuangan menjadi sangat krusial untuk memastikan pasar ekuitas domestik tetap relevan dan kompetitif di mata investor global. Melalui saran kebijakan yang disampaikan, DEN menyoroti perlunya sinkronisasi regulasi yang lebih lincah guna menjawab tantangan dinamika pasar yang terus berubah, terutama terkait dengan standar inklusi dalam indeks internasional yang sering kali menjadi acuan utama bagi Investor Asing.

Pentingnya langkah ini berkaitan erat dengan upaya meningkatkan Likuiditas dan efisiensi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan tinjauan MSCI, terdapat beberapa aspek teknis dan fundamental yang memerlukan perhatian serius, mulai dari kemudahan akses pasar hingga transparansi pelaporan emiten. Mari Elka Pangestu menuturkan bahwa reformasi ini bukan sekadar mengejar angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang lebih tinggi, melainkan membangun ekosistem yang sehat di mana Investor Institusi maupun ritel memiliki perlindungan hukum yang kuat dan mekanisme transaksi yang transparan. Keberhasilan reformasi ini diproyeksikan mampu mendongkrak Kapitalisasi Pasar Indonesia yang saat ini tengah bersaing ketat dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian dalam kajian MSCI adalah terkait dengan Foreign Ownership Limit dan ketersediaan instrumen lindung nilai yang masih terbatas. DEN menyarankan agar otoritas terkait, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terus melakukan penyempurnaan aturan agar hambatan investasi dapat diminimalisir. Dengan memperbaiki profil Market Accessibility, Indonesia diharapkan dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan bobotnya dalam kategori Emerging Markets, yang secara otomatis akan memicu aliran dana masuk atau Capital Inflow dalam jumlah yang signifikan. Data menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap standar global sering kali menjadi katalis utama bagi masuknya dana dari pengelola aset besar dunia.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, penguatan fundamental pasar modal domestik menjadi pilar penting bagi ketahanan nasional. Reformasi Pasar Modal yang komprehensif diharapkan tidak hanya menarik investasi portofolio, tetapi juga mendukung pembiayaan bagi sektor riil melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO) dan penerbitan surat utang. Mari Elka Pangestu menegaskan bahwa keberlanjutan transformasi ini harus didukung oleh digitalisasi sistem perdagangan untuk menurunkan biaya transaksi hingga ke level yang lebih kompetitif, yakni di bawah 1% atau setara dengan standar bursa global. Langkah ini sangat vital untuk meningkatkan partisipasi domestik sehingga pasar modal tidak terlalu rentan terhadap gejolak eksternal.

Sebagai tindak lanjut, sinergi antara pemerintah, regulator, dan pelaku pasar menjadi kunci utama keberhasilan implementasi saran dari Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Dengan adanya dorongan kuat dari tokoh-tokoh kunci seperti Mari Elka Pangestu, diharapkan proses Rebalancing indeks oleh lembaga internasional seperti MSCI di masa depan akan memberikan dampak positif yang lebih besar bagi pasar modal tanah air. Peningkatan kualitas tata kelola perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG) serta penguatan infrastruktur pasar akan memastikan bahwa Indonesia tetap menjadi tujuan utama investasi di kawasan regional, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap target Pertumbuhan Ekonomi nasional dalam jangka panjang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0